Jealousy is an emotion and typically refers to the negative thoughts and feelings of insecurity, fear, and anxiety over an anticipated loss of something that the person values, such as a relationship, friendship, or love. Jealousy often consists of a combination of emotions such as anger, sadness, and disgust.Jealousy differs from envy in that jealousy is about something one has and is afraid of losing, while envy refers to something one does not have and either wants to acquire or to prevent another from acquiring- wikipedia
Kenape tetibe terlintas nak post pasal cemburu ni? Am I a green-eyed monster? Or Am I being jealous with someone while writing this post? Or Am I trying to get over this feeling that kills me? Or saje jer nak jeleskan orang lain? Or ape-ape je la
Secara jujurnya diakui yang diri ini memang seorang penjealous namun masih ditahap terkawal belum kritikal lagi. Memang selalu jgak experience jealousy that hurts me from deep within huhu.Orang kater itu antare perangai anak tengah, middle child syndrome. Rasenye takde kene mengena sangat ngan anak nom. brape ntuk seseorang itu berasa cemburu. Btul x?
Kekadang rasa cemburu itu boleh memakan diri jika ianya lahir dari sumber yang samar-samar dan tak pasti. Ye laa,mne xnye, main serkap jarang pastu nak cemburu tak pasal-pasal.Menurut pengalaman hidup sendiri, diakui bahwa cemburu buta hanya menyakitkan jiwa, merunsingkan fikiran dan menjejaskan prestasi dalam apa-apa pekerjaan yang dilakukan. Ia akan menjadi bayangan hitam yang sentiasa mengelabui fikiran waras dan menghalangi jalan hidup yang masih panjang.
Pada level yang agak kritikal, cemburu tanpa alasan kukuh boleh menjejaskan self-esteem dan membantutkan sifat proaktif dalam diri. Maka wajarlah jika cemburu itu dikawal dan biarlah fitrah insaniah (cemburu) itu disalurkan pada tempat yang betul supaya cemburu bukan lagi menjadi batu penghadang tetapi menjadi pemangkin dalam mendekatkan diri kepadaNYA.
Jadi, pasal tue laa hari ini nak post tentang cemburu, semoga menjadi panduan untuk diri ini (terutamanya!) agar perasaan itu dapat mendorong dan mendekatkan diri ini kepada sang kekasih mutlak, Allahu rabbi. Di sini ade disertakan beberapa keratan artikel yang berkaitan jealous/cemburu memandangkan diri ini belum cukup bagus dalam mengolah soal ini.hehe..
The experience of jealousy involves:
· Suspicion or anger about betrayal
· Low self-esteem and sadness over loss
· Uncertainty and loneliness
· Fear of losing an important person to an attractive other
· Distrust
· Longing
· Resentment of circumstances
· Ill will towards envied person often accompanied by guilt about these feelings
· Motivation to improve
· Desire to possess the attractive rival's qualities
· Disapproval of feelings
Rasa cemburu ada dua macam. Pertama adalah cemburu yang merupakan fitrah manusia, yaitu cemburu neutral yang dapat menjaga dan melindungi harga diri dan keluarga dari tindakan pencemaran citra dan atau sikap melampaui batas. Cemburu seperti itu dianggap akhlaq mulia yang patut dimiliki oleh setiap orang beriman.
Kedua, adalah cemburu yang merugikan, dibenci dan terlarang, yaitu rasa cemburu tanpa alasan yang selalu menyiksa jiwa. Ketika fikiran sedang dikuasai prasangka buruk, kita akan cenderung untuk menuduh orang yang tidak bersalah.Oleh itu, rasa cemburu yang tidak beralasan dapat merusak dinamika dan ketenteraman kehidupan secara amnya. Api cemburu buta yang tidak pada tempatnya dapat menghanguskan kebenaran dan melahirkan tindakan khianat ataupun aniaya.Rasa cemburu merupakan suatu potensi kejiwaan yang bila dipakai dan dikelola pada tempatnya secara wajar justru akan menjadi kontrol positif dan bukan menjadi sikap negatif yang kontra produktif.
Imam Al Munawi dalam kitab Al-Faidh menyatakan bahwa wanita yang paling mulia dan yang paling luhur cita-citanya adalah mereka yang paling pencemburu pada tempatnya.Maka sifat seorang beriman yang cemburu (ghoyyur) pada tempatnya adalah sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh Rabbnya. Siapa yang mempunyai sifat menyerupai sifat-sifat Allah, maka sifat tersebut berada dalam perlindungan-Nya dan mendekatkan diri seorang hamba kepada rahmat-Nya.
Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah itu memiliki sifat cemburu dan orang-orang beriman juga memilikinya. Adapun rasa cemburu Allah ialah ketika melihat seorang hamba yang mengaku dirinya beriman kepada-Nya melakukan sesuatu yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari dan Nasa’i).
Kehilangan rasa cemburu dan tumbuhnya sikap ketidakpedulian pada sahabat,
pasangan hidup, keluarga ataupun orang lain lalu membiarkan penampilan, perilaku dan aktiviti keluarga tanpa kontrol dengan alasan saling mempercayai pasangan, akan membuka peluang bagi penodaan kehormatan dan citra keluarga, ini sangat dibenci dalam Islam. Nabi turut melaknat perangai dayyus yakni kehilangan rasa cemburu yang mendorong kepada kemaksiatan dalam institusi keluarga.
Beliau juga bersabda: “Orang-orang mukmin itu pencemburu dan Allah lebih pencemburu.” (HR. Muslim). Cemburu dalam arti yang positif di sini harus didasari cinta (mahabbah) karena Allah, bukan karena emosi hawa nafsu dan egoisme
Cemburu demi kebenaran dan ketaatan merupakan dasar perjuangan amar ma’ruf nahi munkar. Untuk itu, apabila tidak terdapat rasa cemburu dalam hati seorang yang beriman, maka tiada dorongan untuk berjuang dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar padanya. Kecemburuan yang kena pada tempatnya akan bernilai ibadah dan dicintai Allah.
Namun sebaliknya, kecemburuan akan dikira maksiat dan dibenci Allah yang
justru akan merenggangkan tali sillaturrahim, mengganggu ketenteraman keluarga dan menyengsarakan hidup. Jika cemburu yang lahir itu cuma kerana mengada-ada, su’udzon (negative thinking), syak wasangka, curiga terhadap sesuatu yang belum jelas dan pasti, serta cemburu buta secara bodoh karena rasa was-was yang tidak pada tempatnya itu berasal dari setan.
Rasulullah pernah bertanya pada istrinya, Aisyah Ummul Mukminin RA.: “Apakah engkau pernah merasa cemburu?” Aisyah menjawab, “Bagaimana mungkin orang seperti diriku ini tidak merasa cemburu jika memiliki seorang suami seperti dirimu.” (HR. Ahmad).
Dari Aisyah RA, ia berkata: ‘pernah suatu malam, Nabi saw ada bersamaku dan beliau pada saat itu mengira aku telah tertidur. Maka beliau keluar dan aku pun mengikuti jejak langkah beliau. Sungguh aku mengira bahwa beliau pergi untuk menemui istrinya yang lain, hingga beliau sampai pada suatu tempat pemakaman. Lalu beliau pun berbelok dan aku pun mengikutinya. Beliau mempercepat langkahnya dan aku pun mempercepat langkahku. Kemudian beliau bergegas kembali ke rumah dan aku pun berlari agar dapat mendahuluinya menuju rumah. Setelah beliau memasuki rumah, beliau bertanya mengapa nafasku terengah-engah seperti orang yang menderita asma sedang mendaki suatu bukit. Aku pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada beliau, bahwa tadi aku mengikuti ke mana beliau pergi. Beliau pun bertanya, ‘apakah engkau mengira bahwa Allah dan Rasul-Nya akan tega menyakiti dirimu?’” (HR. Muslim)
Jadi, perasaan cemburu itu wajar jika kena pada tempatnya malahan ia menjadi driving force buat mereka yang beriman untuk mempertingkatkan kualiti ibadah kepada Allah. Cemburu itu satu fitrah insaniah kurniaan Allah, dan mustahil bagi seorang insan yang langsung tidak pernah dihinggapi rasa cemburu walaupun sekelumit.
Pengawalan rasa cemburu banyak depengaruhi oleh sifat dan tingkah laku seseorang. Jika kita gagal mengawal rasa ini (cemburu), maka syaitan akan menggunakan peluang tersebut sebagai pencetus kekeruhan dalam hubungan persahabatan ataupun kekeluargaan. Berbaik sangkalah terhadap orang lain, namun cegahlah kemungkaran yang terang lagi jelas.
Wahai orang-orang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebahagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain… (49:12)
p/s:aida is sangat jeles with some ppl
yg sgt bersungguh-sungguh ke jalanNYA,,diri ni slalu je futur
dan JELES kat org xsepatutnya..
membazir masa dan perasaan je,,jeles xbertempat
(ingat tu aida!)



This comment has been removed by the author.
ReplyDeletei love this one.
ReplyDeletethanks so much for writing something that is useful for me and i believe to others too.
i always have all those neg feeling. hehe
but skarang dah tau ape yang patut dibuat...hee
actually tulis ni sbb nk try buang cemburu -ve,,yg slalu memakan diri ni..ish (truk kan)
ReplyDeletesme2 kite try jauh2kan cemburu buta,i.allah :)